16 Mei 2012

TUGAS IBD 1


ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1.1 Pengertian, Tujuan, IBD dan IPS

- Pengertian IBD
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

- Tujuan Ilmu Budaya Dasar
1.Mengenal lebih dekat diri sendiri.
2.Sebagai pengalaman hidup.
3.Mengetahui budaya2 sendiri dan budaya dari luar.
4. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan.


- 3 kelompok ilmu pengetahuan
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
a. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah.Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan.Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
b. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran.Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
c. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi arti.Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya.Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities.Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities.Pengetahuan budaya
mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

1.2 IBD dan IPS
-PERBEDAAN ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu pengetahuan sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif.Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu.Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu Budaya Dasar Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

- PERSAMAAN ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Susah untuk mencari perbedaannya. Karena sebenernya IBD dan IPS saling terkait dan mempunyai bnayk persamaan..
Jadi banyak sekali persamaan antara IBD dan IPS,
Salahsatunya adlah mempelajari tentang mnusiawian yang pada dasarnya seperti yang kita ketahui kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri,, jadi kita sebagai manusia haruslah bersosialisasi kepada banyak orang tanpa melihat warna kulit, umur,keturunan,kekayaan dsb.Di harapkan setelah kita mempelajari IBD ini kita bisa bersosialisasi dengan orang” dalam kehidupan sehari.
Lalu  berbudaya. Maksud berbudaya di sini adalah agar kita tahu budaya kita,yang sudah jadi rahasia umum bahwa bangsa indonesia ini adalah salah satu negara yang  memiliki banyak budaya, maka dengan kita mempelajari IBD ini diharapkan kita tahu , memahami tentang budaya kita dan Selalu berusaha menjaga budaya kita agar tidak di ambil oleh negara asing!
Satu lagi persamaan IBD dan IPS  adalah Kehalusan atau tingkah laku dalam bermasyarakat. Dalam IBD juga IPS  kita di ajarkan tata cata atau tingkah laku dalam bersosialisasi sehari” di lingkungan.baik di lingkungan yang kita sudah terbiasa dan juga lingkungan yang baru ,karena setiap lingkungan mempunyai cara pandang yang berbeda dalam bersosialisasi!Maka kita harus bisa mengambill sikap yang tepat saat di lingkungan mana pun agar kita bisa di terima di lingkungan tersebut

1.3 Ruang Lingkup IBD
 Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah diuraikan di atas, ada dua masalah pokok yang bisa dipakai untuk bahan pertimbangan dalam menentukan ruang lingkup kajian IBD. Kedua masalah pokok ini ialah :
1. Berbagai aspek kehidupan manusia yang di dalamnya adalah persolan dalam menjalankan hidup dan fenomena budaya yang berkembang, dalam hal ini bisa dikaji dengan melakukan pendekatan budaya (the humanities).
2. Hakekat manusia baik secara individu maupun kelompok, memiliki anekaragam kebudayaan pada zamannya serta ragam budaya dimasing-masing daerah.
Dari dua pokok permasalahan ini, maka secara tidak langsung telah menempatkan manusia sebagai bahan kajian IBD.Manusia sebagai individu yang kreatif dalam hal ini dijadikan obyek dalam menganalisis setiap fenomena budaya.Dalam perkembangannya kajian ini melihat berbagai dimensi yang dilakukan manusia, seperti, hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan manusia serta hubungan manusia dengan penciptanya.
Pokok-pokok bahasan ini bisa dilihat dari berbagai dimensi yakni :
1. Latar belakang Ilmu Budaya Dasar
2. Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan, seni rupa, dan seni musik.
3. Ilmu Budaya Dasar Dalam Agama
4. Ilmu Budaya Dasar Dalam Filsafat
5.Manusia dan cinta kasih
6.Manusia dan Keindahan
7.Manusia dan Penderitaan
8.Manusia dan Keadilan
9.Manusia dan Pandangan hidup
10.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
11.Manusia dan kegelisahan
12.Manusia dan harapan
Kedua belas pokok bahasan tersebut telah menempati tema sentral dalam berbagai disiplin ilmu yang membicarakan tentang kebudayaan.Dalam hal ini pokok-pokok bahasan itu bisa dijadikan sebagai bahan untuk menambah wawasan budaya.Salah satu contohnya adalah perwujudan dari cinta dalam hal ini bisa kita lihat dari berbagai macam puisi maupun cerita pendek (cerpen) yang bertemakan cinta.
Namun demikian, untuk melihat perwujudan dari keduabelas pokok bahasan tersebut dari kacamata karya baik seni, sastra, filsafat dan lain sebagainya tergantung dari apa yang akan kita kaji. Hal ini karena, dalam satu karya seringkali mengungkap lebih dari satu masalah.Dalam cerpen misalya, kita dapat melihat berbagai bentuk kesedihan, kesenangan, cinta, kasih sayang dan lain sebagainya.Oleh karena itu, satu karya mungkin bisa digunakan untuk melihat beragam bentuk masalah, namun yang perlu ditekankan disini bahwa kita hanya memilih satu pokok masalah yang paling menonjol diantara permasalahan yang ada.
Disinilah pentingnya kita belajar IBD.Karena IBD sendiri bukan ilmu sastra, tari maupun filsafat.IBD hanya menggunakan karya-karya yang terdapat dalampengetahuan budaya untuk dijadikan bahan pendekatan berbagai persoalan budaya dan permasalahan yang dihadapi manusia.
     Sumber.: www.wikipedia.com
                       www.google.com

16 Januari 2012

Perpidahan bukan hal yang sulit karena perbuatan baik akan berbuah baik

Nah saya mau nge post lagi nieh. Udah lama karena baru dapet tugas lagi. Untuk post kali ini saya akan menunis kan berbagai masalah yang terjadi di masyarakat terutama yang sering berpindah tempat tinggal. Mungkin memang cukup banyak orang di Indonesia yang sering berpndah tempah tinggal. Entah itu di rumah,apartemen, atau pun tempat lain.
Mungkin memang bukan meinginan hati untuk sering berpindah tempak tinggal. Tapi karena kebutuhan. Entah itu pindah tugas pekerjaan, atau kurang nyaman dengan tempat tinggal yang sebelumnya, Atau karena anggota keluarga makin banyak.
Hal pertama yang harus dilakukan pada saat pindah tempat tinggal adalah berintegrasi dengan lingkungan baru dimana kita tinggal. Karena manusia adalah makhluk sosial yang tak pernah bisa hidup sendiri. Jadi integrasi itu sangat penting.
Supaya kita dapat mengenal siapa saja orang-orang yang tinggal di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Tapi tidak jarang juga terjadi masalah pada saat integrasi yang biasa disebut dengan pertentangan sosial dimana tidak adanya keselarasan antar induvidu dalam suatu lingkungan sehingga menumbulkan masalah yang berkepanjangan.
Tapi masalah ini sebenarnya tidak akan terjadi jika kita dapat menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru. Karena kita tidak mungkin mengubah hal yang memang sudah ada dan dilakukan di tempat tersebut. Sehingga kita dapat menjadi individu yang diterima dalan lingkungan masyarakat dimana kita tinggal.
Sekian posting saya kali ini.. Munkin terlalu pendek karena saya sedang serius untuk mempersiapkan diri dalam UAS. Pesan dari saya “Jadilah orang yang baik dan dapat diterima dalam lingkunganmu. Karena dimanapun anda tinggal semua itu tetap menginginkan kerukunan dalam bermasyarakat.” Salam sahabat dari saya .......^_^.......

24 November 2011

Desa Ataupun Kota Tetaplah Sekumpulan Makhluk Sosial

Bicara soal kehidupan bermasyarakat. Mungkin kita bisa membagi menjadi 2 bagian yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Banyak sekali perbedaan dari kedua lingkungan masyarakat di atas. Mulai dari mata pencaharian, kehidupan sehari-hari, cara bersosialisasi, dan sebagainya.
Kebanyakan menganggap kalau masyarakat kota lebih baik dari masyarakat desa. Tapi itu kurang tepat, karena masyarakat kota pada dasarnya adalah masyarakat desa yang berkelana ke kota. Adapun masyarakat desa tetap memiliki kelebihan dari masyarakat desa. Di antaranya dalam hal kebudayaan. Seluruh masyarakat desa sangat menjaga budaya juga adat istiadat yang di wariskan secara turun menurun.
Kebanyakan dari masyarakat perkotaan merasa lebih baik dari masyarakat desa. Karena berbagai kemajuan teknologi yang terbaru ada di lingkungan perkotaan. Padahal banyak hal yang dapat dilakukan mesyarakat desa tapi tidak dapat dilakukan oleh masyarakat perkotaan.
Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan antaralain dalam hal komunitas. Dimana masyarakat pedesaan memiliki komunitas yang lebih kecil dari pada masyarakat perkotaan. Juga dalam hal kepadatan penduduk. Seperti yang kita ketahui penduduk di wilayah perkotaan sangatlah padat dengan banyaknya lahan yang menjadi pusat perbelanjaan. Sehingga lahan untuk pemukiman semakin sedikit.
Perbedaan paling terlihat adalah pada mata pencaharian. Dimana masyarakat pedesaan bekerja di bidang pertanian dan perkabunan. Sedangkan masyarakat perkotaan lebih cenderung pada perindustrian dan juga perkantoran. Sehingga roda ekonomi di perkotaan pun lebih cepat berputar dari pada di pedesaan.
Dari berbagai perbedaan dalam kehidupan masyarakat pedesaan dan perkotaan tersebut. Pada dasarnya semua tetap;ah manusia yang merupakan makhluk sosial dan tidak dapat bertahan hidup jika tidak ada bantuan dari orang lain selain diri sendiri.
Sekian dulu posting dari saya untuk melengkapi tuga Ilmu Sosial Dasar. Mungkin saya tidak dapat memberi beberapa kalimat seperti yang biasa saya lakukan. Karena saya sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk menghadapi uts. Slam sahabat dari saya....    -------^_^--------

17 November 2011

Kesetaraan adalah kunci dari kemajuan taraf hidup

Untuk posting kali ini saya akan membahas soal pelapisan sosial di negara ini. Kita sering melihat banyaknya ketidakadilan yang terjadi di negara kita. Hal yang paling umum yang terjadi adalah tertindasnya orang-orang dari kalangan yang kurang mampu oleh kalangan yang lebih berada. Entah kenapa, di negara ini semua hal serumit apapun akan menjadi mudah jika diselesaikan dengan uang.
Kita lihat dimana-mana ada berbagai kasus korupsi yang dilakukan. Baik oleh pejabat pemerintah atau dari lembaga hukum itu sendiri. Bagaimana keadilan dan kesetaraan derajat dapat di realisasikan jika lembaga penegak hukum pun sudah melakukan ketidakadilan. Apa yang dapat di adili, jika seorang hakim pun menerima suap.
Berbagai masalah terus bermunculan di negara kita. Sehingga, pemerintah lebih banyak bekerja untuk memperbaiki kesalahan yang ada daripada memajukan dan mensejahterakan kehidupan dan taraf ekonomi rakyat Indonesia.
Tapi, semua itu masih dapat di perbaiki jika kesadaran dari semua pihak yang ada di negara ini. Jika semua orang sudah bertekad untuk terus memajukan Negara Indonesia. Maka semua masalah yang muncul akan dapat di tanggulangi dengan cepat.
Karena, setiap rakyat Indonesia pasti menginginkan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat. Sebab, kesamaan derajat adalah hal yang sangay diindinkan oleh semua orang di dunia. Tanpa adanya perbedaan antara kalangan atas, menengah, atau bawah.
Pesan terarhir dari saya. “Tetaplah jadi dirimu dan hargailah orang lain. Karena sosialisasi tanpa melihat status sosial setiap orang adalah hal yang selalu ingin dilakukan oleh diri sendiri walau kita tak menyadarinya.” Salam sahabat dari saya  ..... 6-6 .....

11 November 2011

Hargailah Hak Orang Lain Maka Keadilan Menjadi Nyata

Bicara soal hukum dan keadilan di Indonesia. Mungkin kebanyakan dari kita mengatakan bawha di negara kita ini masih kurang adil. Sebagai permulaan,kita coba membahas kasus yang terjadi di Indonesia. Kasus yang melibatkan prita yang berurusan dengan RS. Omni internasional. Prita sebagai rakyat biasa merasa tertekan dengan kasusnya tersebut yang sebenarnya hanya masalah perkataan di dunia maya. Tapi seiring berjalannya waktu, Prita mendapat dukungan yang luar biasa dari seluruh rakyat Indonesia melalui program “koin untuk Prita”.
Dengan dukungan yang luar biasa tersebut,dia malah mendapatkan uang yang lebih dari yang dia butuhkan.Itu adalah contoh kasus yang ada di sekitar kita.Dari kasus ini, saya berpendapat kalau keadilan di negeri ini jauh dari kata adil. Mungkin memang banyak perundang-undangan yang ada di negara kita. Tapi, tidak semua orang yang melanggar hukum dapat di adili dengan seadil-adilnya.
Saya sempat berpikir bahwa keadilan di negara ini hanya mitos belaka melihat apa yang saya lihat di sekitar saya. koruptor dapat hidup dengan mewah di dalam tahanan, Adanya pertukaran narapidana, dan banyak kasus lainnya. Sebenarnya semua bermula dari kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di indonesia. Sehingga orang dapat melakukan apapun untuk dapat bertahan hidup.
Entah hal seperti apa yang dapat menjadi jalan keluar untuk memecahkan masalah ini. Mungkin jalannya hukum di negara ini memang harus dipertegas. Supaya tidak ada lagi mafia-mafia hukum dinegara ini. Sehingga orang-orang mendapatkan kedudukan yang sama di hadapan hukum dan untuk salaing menghargai hak orang lain di hadapan hukun. Bukan menyelesaikan masalah dengan menambah masalah yaitu melalui uang. Karena itu hanya akan merukan moral di negara kita yang tercinta ini.
Sebagai penutup saya akan memberi pesan. ”hargailah apa yang telah di miliki oleh orang lain. Karena saling menghargai adalah keinginan dari setiap orang di dunia ini.” Sekian dari saya, salam senyum sahabat.......... ^_^ ..............